PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan YME yang telah menuntun kami dalam
menyelesaikan Panduan kegiatan Debate
Competition tingkat Universitas Wilayah JAWA BARAT. Adapun nama kegiatan yang
kami usulkan adalah Rangkaian Event Akamigas 2017 atau REAMIGAS-2017.
REAMIGAS-2017 merupakan merupakan program yang dicanangkan oleh
Media Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Akamigas Balongan bersama dengan
Himpunan Mahasiswa Jurusan yang ada di Akamigas Balongan dan Badan Eksekutif
Mahasiswa (Departemen Pendidikan) dalam rangka mengembangkan kemampuan mahasiwa
dalam bidang keilmuan dan keprofesian serta menumbuhkan semangat konservasi
energi kepada Masyarakat khususnya Pelajar dan Mahasiswa.
Akhirnya, panitia mengharapkan dukungan moral dan material dari
semua unsur Akamigas Balongan untuk pelaksanaan kegiatan ini.
Panitia,
REAMIGAS-2017
Indonesia memiliki sumber daya energi yang tergolong melimpah.
Hampir semua jenis energi ada dalam wilayah Indonesia. Sehingga upaya
meningkatkan akses masyarakat terhadap energi yang cukup dan terjangkau
merupakan faktor esensial dalam upaya menurunkan tingkat kemiskinan,
memperbaiki kesejahteraan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Namun seiring
pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia
tentunya berdampak pada meningkatnya kebutuhan akan energi.
Hal tersebut merupakan tantangan yang tidak ringan guna mewujudkan
ketahanan dan kemandirian energi nasional. Untuk itu pemerintah telah
menyiapkan Kebijakan Energi Nasional (KEN) sebagai arah dan pedoman pengelolaan
energi nasional.
Tantangan terbesar ketahanan energi adalah masih besarnya
ketergantungan Indonesia terhadap minyak bumi. Akibat produksi yang terus
mengalami penurunan serta konsumsi yang terus meningkat menyebabkan impor
minyak bumi semakin besar. Selain itu kebijakan subsidi harga BBM juga dinilai
membuat pengembangan sumber energi EBT (Energi Baru Terbaharukan) tidak
berjalan dengan baik. Karena hal tersebut timbullah kebijakan subsidi energi
fosil, terutama minyak bumi secara bertahap harus segera dihapus agar
masyarakat perlahan-lahan dapat beralih kepada penggunaan energi terbarukan
sehingga penggunaan EBT diberikan insentif. Namun hal tersebut sangat dieluhkan
oleh masyarakat karena energi fosil merupakan komoditi utama dalam sektor
energi.
Peran perguruan tinggi sangat penting dalam mendukung ketahanan
energi nasional melalui kebijakan energi nasional. peran perguruan tinggi
sebagaimana fungsi Tri Dharmanya yang memiliki sumber daya manusia dinamis dan
tidak terbatas dalam berperan untuk mendukung keberhasilan mengamankan
kebijakan energi Indonesia menuju 2050. Beberapa hal yang harus dilakukan oleh
perguruan tinggi/ mahasiswa yaitu dapat berperan melalaui: Pengawalan terhadap
implementasi regulasi-regulasi sektor energi; Penelitian pengembangan energi
terbarukan untuk bisa lebih efisisen; Penelitian penelitian inovasi menemukan
pengembangan dan pemanfaatan energi terbarukan; Peningkatan inovasi inovasi
teknologi energi agar ketergantungan terhadap Negara lain menurun. Hal lain
yang juga dapat dilakukan perguruan tinggi yaitu: memberi dukungan kajian
terhadap arah dan implementasi kebijakan-kebijakan pengelolaan energi agar
terjamin keamanannya (secure) dan berkelanjutan (sustain): misalnya kebijakan
exploitasi dan ekspor, tarif listrik nasional, sistem kelistrikan nasional,
feed in tarif terhadap energi terbarukan, sektor transportasi yang lebih
efisien, subsidi energi.
Dalam menjawab tantangan tersebut, Akademi Minyak dan Gas Balongan
Debate Competiiton dengan Judul “Oil
& Gas Breaktrough and New Paradims Energy In Indonesia”. Kegiatan ini diadakan
agar di kalangan Mahasiswa dapat berperan aktif dalam memberi dukungan kajian
terhadap arah dan implementasi kebijakan-kebijakan pengelolaan energi.
“Debate Competition” (REAMIGAS-2017), Oil & Gas Breaktrough and New Paradims Energy In Indonesia.
1.3.1. Mengasah kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan argumentasi.
1.3.2. Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mendirikan Kemandirian
Energi.
1.3.3. Meningkatkan daya saing mahasiswa dalam berperan aktif untuk
memberi dukungan terhadap energi terbarukan di Indonesia.
Tercapainya semua tujuan yang telah
ditetapkan.
Mahasiswa Universitas wilayah Jawa Barat (berbagai jurusan):
a.
Institut Teknologi Bandung
b.
Universitas Padjajaran
c.
Institut Teknologi Sains
Bandung
d.
Politeknik Indramayu
e.
Akademi Minyak dan Gas
Balongan
Tata Tertib Baku peserta Debate Competition REAMIGAS-2017 adalah:
A.
Peserta
a.
Peserta adalah mahasiswa S1
atau DIII aktif perguruan tinggi wilayah Jawa Barat
b.
Satu tim terdiri atas 3
Speaker.
c.
Setiap peserta hanya boleh
menjadi anggota sebuah tim
d.
Anggota tim tidak boleh
diganti.
e.
Setiap Perguruan Tinggi berhak
mengirimkan maksimal 3 (tiga) tim.
f.
Tim boleh dibentuk dari
mahasiswa yang berbeda fakultas/ jurusan selama masih dari Universitas yang
sama.
g.
Peserta Wajib menggunakan
pakaian yang sopan dan rapih dan Name Tag
saat perlombaan.
h.
Peserta harus menghormati
panitia dan peserta lainnya.
i.
Peserta diharapkan hadir ke
tempat acara tepat waktu. Keterlambatan akan beresiko diskualifikasi.
Keterlambatan bukan tanggung jawab panitia.
j.
Dimohon untuk tidak
membunyikan handphone selama acara.
k.
Peserta diperbolehkan untuk
membuka referensi HANYA pada saat Case building selama 20 menit.
l.
Peserta harus sudah pada
formasi 5 menit sebelum perlombaan dimulai.
m. Peserta dilarang membawa handphone/alat komunikasi lain, referensi
maupun Buku (hanya diperbolehkan membawa Buku catatan yang telah disiapkan oleh
panitia) selama debate dimulai.
n.
Peserta dilarang makan saat
sedang bertanding.
o.
Diharapkan peserta tidak
meninggalkan tempat berlangsungnya lomba, kecuali jika hal yang sangat mendesak
peserta bisa meminta izin kepada panitia.
p.
Keputusan juri tidak dapat
diganggu gugat, sehingga peserta diminta untuk tidak melakukan tindakan yang
memprovokasi atau anarkis jika tidak dinyatakan menang.
q.
Panitia berhak memperingatkan
dan mendiskualifikasi peserta apabila persyaratan di atas tidak dipenuhi.
r.
Seluruh Peraturan dan Tata
Tertib dari panitia tidak dapat diganggu gugat.
2.
SISTEM, PELAKSANAAN, DAN FORMAT LOMBA
Sistem debat yang digunakan dalam Debate Competition REAMIGAS-2017
adalah Asian Parliamentary System
(APS) dengan tahapan sbb:
- Quarter Final Rounds. Babak ini merupakan babak
perempat final. Dalam babak ini, terdapat 10 tim terbagi
dalam 1 ruang debat. 4 (empat) tim terbaik akan maju ke babak berikutnya.
- Semifinal Rounds. Babak ini mempertemukan 4 tim
terbaik yang terbagi dalam satu
ruang debat. 2 (dua) tim terbaik akan maju ke babak selanjutnya.
- Grand Final Round. Babak ini merupakan babak puncak
yang mempertemukan 2 (dua) tim terbaik
dalam satu ruangan. Dari babak ini, akan dipilih Juara 1 dan 2.
2.2.1.
Tahap Persiapan
·
Ruangan
pertandingan, Match-ups dan Case building akan
diumumkan sebelum mosi debat dirilis.
·
Materi-materi
yang telah di persiapkan (print-out materi, koran, majalah, dan media elektronik)
dapat digunakan dalam waktu persiapan/ Case building selama 20 Menit.
Materi yang telah dipersiapkan dapat dibawa dalam pertandingan, namun
tidak dapat digunakan saat sedang menyampaikan pendapat.
·
Masing
– masing pembicara dalam tim diperbolehkan membawa/membaca buku catatan dari panitia saat
menyampaikan pendapat, asal tidak mengganggu performance.
·
Tim
harus melakukan persiapan sendiri. Setelah mosi mosi dirilis, tidak
diperbolehkan adanya kontak antara tim dengan siapapun dengan maksud membantu
proses persiapan debat. Untuk menghindari hal tersebut, alat komunikasi
peserta dilarang untuk digunakan dan untuk sementara akan dikumpulkan pada
panitia dan saat pertandingan berlangsung.
·
Tim
diharuskan menempati posisi masing-masing yang telah ditentukan
5 menit sebelum waktu kompetisi dimulai.
·
Tim
dianggap gugur apabila ketika waktu gilirannya tidak ada dalam ruangan dan
tidak ada toleransi waktu untuk menunggu.
·
Pertandingan
debat akan dimulai setelah waktu persiapan/ Case building (20 menit) usai, dan panel juri telah
tiba dalam ruangan tersebut.
2.2.2.
Alokasi Waktu
Dua tim berhadapan sebagai affirmative (Government) dan negative Team (Opposition) yang masing-masing
beranggotakan 3 (tiga) orang peserta. Setiap team dikelompokan sebagai 1st speaker, 2nd
speaker, 3rd speaker dan Reply Speaker. Pembicara I, II dan III
memiliki waktu 3 menit untuk menyampaikan argummennya. Debat diakhiri dengan reply speech (2 menit) yaitu penyampaian
rangkuman oleh reply speaker yang ditentukan sendiri oleh tim debat.
Pada babak Quarter Final, penentuan lawan
debat akan dilakukan secara acak (random). Pada babak semifinal akan ditentukan
dengan Power Match System, dimana tim
terlemah akan bertemu dengan tim terkuat.
2.3.
Format Lomba
·
Kompetisi
ini menggunakan sistem gugur dalam setiap babak. Keseluruhannya dilaksanakan
dalam 4 tahap, yakni perempat final, semi final, dan final.
·
Dalam
setiap babak penyisihan terdiri dari beberapa sesi, yang akan diundi saat
registrasi.
·
Dalam
sebuah pertandingan terdiri atas 2 tim (Tim Pemerintah dan Tim Oposisi). Tim
Pemerintah mendukung mosi (pro), sedangkan Tim Oposisi menentang mosi (kontra).
·
Debat
akan dinilai oleh tiga orang Dewan Juri. Dari ketiga Dewan Juri ini akan
ditetapkan salah satu juri oleh panitia penyelenggara sebagai Ketua Dewan
Juri.
·
Durasi
waktu debat akan diawasi oleh seorang time
keeper yang telah ditunjuk oleh panitia penyelenggara.
·
Sebuah
tim terdiri dari 3 orang anggota. Tim dapat bertanding jika anggotanya lengkap.
Tim tidak dibolehkan mengganti atau menambahkan anggota selama pertandingan
berlangsung. Anggota tim ini terbagi menjadi:
·
TIM
PEMERINTAH atau TIM PRO
a.
1st
b.
2nd
c.
3rd
·
TIM OPOSISI atau TIM
NEGATIF
a. 1st
b. 2nd
c. 3rd
·
Anggota tim memiliki kesempatan untuk bicara
dengan urutan sebagai berikut:
a.
1st Pro
b.
1st Negatif
c.
2nd Pro
d.
2nd Negatif
e. 3rd Pro
f.
3rd Negatif
g.
Reply Speaker
Opposition/Negatif (Pidato Jawaban disampaikan oleh 1st Negatif /2nd Negatif)
h.
Reply Speaker
Government/pro (Pidato Jawaban
disampaikan oleh 1st Pro /2nd Pro)
·
Poin
(a) sampai (f) diatas merupakan pidato utama, sedangkan poin (g) dan (h)
merupakan pidato jawaban atau kesimpulan.
·
Debat
menggunakan Bahasa Indonesia yang baku.
·
Jalannya
debat akan dipandu oleh seorang moderator (panitia)
2.3.1.
Perhitungan Waktu
·
Dalam
setiap sesi debat akan ada seorang timekeeper yang dipilih oleh dan
dari panitia.
·
Tugas timekeeper adalah
mengatur dan mengawasi waktu bicara setiap pembicara saat kompetisi
berlangsung.
·
Penghitungan
waktu dimulai saat pembicara memulai pidato.
|
Tim afirmatif
|
Tim negatif
|
Juru Bicara
|
4 menit
|
4 menit
|
Pendamping Kanan
|
3 menit
|
3 menit
|
Pendamping Kiri
|
3 menit
|
3 menit
|
Replay Speech
|
2 menit
|
2 menit
|
Total Waktu
|
24 Menit
|
·
Timekeeper akan
memberi tanda waktu pada setiap pembicara dari tiap tim
a.
1 kali
ketukan menandai berakhirnya menit pertama
b.
2 kali ketukan menandai berakhirnya menit
kedua
c.
3 kali
ketukan menandai berakhirnya menit ketiga
d.
Continue apabila
waktu telah habis, hingga pembicara selesai
2.3.2.
Definisi
·
Definisi
adalah interpretasi dari mosi yang disampaikan oleh 1st
Pro diawal pidatonya.
a.
Definisi
harus beralasan dan masuk akal.
b.
Definisi
harus menyatakan isu-isu atau permasalahan dalam mosi yang diperdebatkan,
menyatakan arti dalam mosi yang memerlukan klarifikasi, dan menyajikannya
secara jelas serta tautannya dengan mosi yang diperdebatkan.
·
Definisi
tidak boleh mengandung:
a.
Sebuah
Truisme (pernyataan yang kebenarannya tidak dapat disangkal atau diperdebatkan)
b.
Sebuah
Tautologi (paparan yang syarat akan repetisi dan tidak menambah kejelasan dari
maksud kalimat yang disampaikan)
c.
Gagasan
Irasional (pernyataan yang disampaikan tidak didasari oleh landasan berpikir
yang logis terhadap mosi yang diperdebatkan)
2.3.4 Poin Interupsi
Interupsi dapat diberikan saat pidato utama disampaikan oleh pihak
lawan, dimulai setelah akhir menit pertama hingga menit ke 3. Interupsi tidak
dapat disampaikan saat pidato jawaban. Interupsi diindikasikan dengan
anggota tim lawan yang berdiri dan meminta kepada pembicara yang sedang berpidato
untuk melakukan interupsi. Pembicara yang sedang berpidato harus
memberikan respon pada tim lawan yang meminta untuk melakukan interupsi dengan
pernyataan menerima atau menolak interupsi yang diajukan. Jika interupsi
diterima, maka interupsi harus berisi pertanyaan, klarifikasi, atau komentar
yang disampaikan dalam 15 detik. Waktu pembicara yang sedang berpidato dan
kemudian menerima interupsi tidak dihentikan selama interupsi disampaikan. Jika
interupsi diterima, pembicara yang sedang berpidato harus merespon atau member
jawaban atas interupsi yang disampaikan tim lawan dalam pidatonya.
Setiap prodi/ kampus dapat membawa supporter (maksimal
5 orang) dengan kewajiban mematuhi tata tertib. Semua pengeluaran suporter merupakan tanggung jawab kampus/prodi
pengirim. Panitia tidak menyediakan snack dan makan siang bagi suporter.
Adjudicator
berasal dari intern dan eksternal Akamigas Balongan Indramayu.
a) Penilaian berdasarkan APS
b)
Penilaian dilakukan performance
individu dan team yang meliputi
b.1. Penilaian kasus meliputi: matter, manner, method.
·
Matter adalah seberapa jauh seorang pembicara mengetahui hal yang dibicarakan.
Hal ini menyangkut penyusunan kasus yang terdiri dari argumen-argumen suportif
dan logis yang disertai dengan pembuktian yang tepat. Secara keseluruhan matter mengambil proporsi empat puluh persen (40%)
dari keseluruhan performa pembicara.
·
Manner adalah gaya dan cara seorang pembicara memberikan argumentasinya. Hal ini
meliputi intonasi, kontak mata, volume, bahasa tubuh, dan komunikasi-komunikasi
non-verbal lainnya. Manner mengambil
proporsi empat puluh persen (40%) dari keseluruhan performa pembicara.
·
Method adalah pengaturan dan pengorganisasian kasus seorang pembicara. Seorang
pembicara mempunyai kewajiban untuk menyanggah, memberikan argumen dan
memberikan kesimpulan dalam waktu yang telah diberikan, tidak lebih dan tidak
kurang. Method mengambil proporsi dua
puluh persen (20%) dari keseluruhan performa pembicara.
·
Dapat disimpulkan bahwa matter, manner dan method merupakan keseluruhan dari performa seorang pembicara
(seratus persen). Dan seorang juri berkewajiban untuk membuat tiga hal ini
menjadi panduan utama dalam menilai sebuah debat.
b.2. Penilaian angka
·
Setelah seorang juri menilai kasus secara kualitatif, maka selanjutnya
harus ada penilaian secara kuantitatif untuk diserahkan kepada tim tabulasi
yang kemudian akan mempengaruhi peringkat
tim. Penilaian kuantitatif dilakukan dengan cara pengisian lembar juri.
·
Contoh Adjudicator sheet:
Government:
Speaker
|
Name
|
Matter
(27-33)
|
Manner
(27-33)
|
Method
(13-17)
|
Time
|
Total
|
1st
|
|
|
|
|
|
|
2nd
|
|
|
|
|
|
|
3rd
|
|
|
|
|
|
|
|
|
(13-16)
|
(13-16)
|
(6-8)
|
|
|
Reply
|
|
|
|
|
|
|
Team Score
|
|
Opposition:
Speaker
|
Name
|
Matter
(27-33)
|
Manner
(27-33)
|
Method
(13-17)
|
Time
|
Total
|
1st
|
|
|
|
|
|
|
2nd
|
|
|
|
|
|
|
3rd
|
|
|
|
|
|
|
|
|
(13-16)
|
(13-16)
|
(6-8)
|
|
|
Reply
|
|
|
|
|
|
|
Team Score
|
|
Winner :
Margin :
Adjudicator:
(…………………………………………….)
Penjelasan Penilaian:
Nilai Kualitatif
|
Score Matter
|
Score Manner
|
Score Method
|
1st,2nd,3rd
|
Reply speaker
|
1st,2nd,3rd
|
Reply speaker
|
1st,2nd,3rd
|
Reply speaker
|
Sangat Kurang
|
27
|
13
|
27
|
13
|
13
|
|
Kurang
|
28
|
14
|
28
|
14
|
14
|
6
|
Sedang
|
29-30
|
15
|
29-30
|
15
|
15
|
7
|
Di atas rata-rata
|
31-32
|
17
|
31-32
|
17
|
16
|
8
|
Sempurna
|
33
|
17
|
33
|
17
|
17
|
|
Matter dan Manner (Masing-masing 40%):
27 :
Sangat Kurang, diharapkan adanya perbaikan
28 :
Kurang
29-30 :
Sedang
31-32 :
Di atas rata-rata
33 :
Sempurna
Margin Kemenangan (Perbedaan nilai total
kedua tim):
1-4 :
Kemenangan tipis
5-8 :
Kemenangan jelas dengan salah satu tim memiliki keunggulan yang terlihat
9-12 :
Kemenangan mutlak yang sangat terlihat dari kedua tim
Pemenang
terdiri atas : Pemenang I, II, dan III.
Secara umum materi lomba (motion) meliputi isu-isu lokal mengenai
Permasalahan Energi (Fosil non Fosil), Kebijakan Energi Terbarukan serta
dampaknya terhadap masyarakat, antara lain:
1. Tenaga
Nuklir sebagai energi terbarukan di Indonesia
2. Potensi
energi sumber daya hayati untuk meningkatkan energi nasional
3. Penggunaan
sollar cell sebagai energi terbarukan
4. Penggunaan
gas hidrat sebagai sumber energi alternatif
5. Pembangkit
listrik tenaga surya sebagai energi alternatif
6. Energi
panas bumi sebagai energi alternatif
7. Prioritas
perusahaan milik negara sebagai ujung tombak dalam kegiatan ekplorasi dan
eksploitasi
8. Pengaruh
pemanfaatan energi migas terhadap ekonomi indonesia
9. Efek
penggunaan energi turbin tenaga angin terhdapa makhluk hidup dan masyarakat
10. Kondisi Lingkungan dengan ada nya pemanasan
global/ efek rumah kaca terhadap ketahanan
energi fosil dan konsumtifitas masyarakat.
11. Efek ketahanan energi terhadap tak menentunya
harga minyak mentah/ crude oil jika di tinjau dari segi ekonomi.
12. Kegiatan ekspor impor energi terutama bahan bakar
terhadap sustainability /ketahanan energi nasional
13. Ketentuan akan diberikannya Subsidi BBM oleh
pemerintah terhadap produk bahan bakar tertentu dinilai tidak efektif.
14. Wilayah perairan indonesia sebagai sumber energi
alternatif di indonesia
15. Energi terbarukan menjadi sumber energi dengan
biaya murah
16. Apakah energi terbarukan memenuhi semua kebutuhan
energi kita
17. Apakah industri minyak masih industri yang
menguntungkan
18. Masih bergantungnya sumber pendapatan negara pada
hasil sumber daya energy
19. 20 tahun kedepan Indonesia akan beralih menuju
negara yang bebas dari bahan bakar Diesel.
20. Pengembangan industri polypropylene terhadap
melemahnya kondisi energi fosil.
Kegiatan Debate Competition REAMIGAS-2017
akan dilaksanakan di Kampus Akademi Minyak dan Gas Balongan pada
hari Minggu, 28 Oktober 2017
(Jadwal terlampir)
- foto 3x4
berwarna
- Fotocopy
Kartu Mahasiswa
- Bukti
kwitansi atau transfer ke pihak panitia
9.
FASILITAS PESERTA
Peserta Lomba (3
Speakers) mendapat
- Konsumsi 1
kali makan.
- Mendapat
Buku Catatan Untuk Case Building.
10.
REWARD
- Juara 1 dan 2
Debate Competition:
a.
Piagam Juara
b.
Uang Tunai(Juara 1: Rp 1.500.000),
(Juara 2: Rp. 1.000.000) dan (Juara 3:
Rp 500.000)
c.
Piala
11.
SUSUNAN ACARA DAN JADWAL
KEGIATAN
Secara garis besar, acara dan jadwal
kegiatan sbb:
- Upacara pembukaan
- Quarter Final Rounds
- Semifinal Rounds
- Grand Final
·
Penutupan
Dalam kegiatan
ini setiap tim wajib menyediakan akomodasi dan konsumsi supporter tim peserta. Konsumsi Peserta dan
disediakan oleh panitia
a) Penggunaan materi pendukung (printed material dari
internet, Koran atau majalah) hanya bisa digunakan pada saat case building saja.
Sedangkan pada saat lomba materi tersebut tidak boleh diatas meja.
b) Peserta hanya diperbolehkan membawa buku catatan dari
panitia pada saat debate
c) Penggunaan laptop, blackberry, dan perangkat
lainnya untuk mengakses internet pada saat case building dan perlombaan
dilarang.
d) Pada saat perlombaan handphone harus dalam keadaan
tidak diaktifkan.
e) Peserta adalah mahasiswa S1 atau DIII aktif perguruan tinggi
wilayah III (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan)
f) Satu tim terdiri atas 3 Speaker
dan 1 orang Official.
g) Setiap peserta hanya boleh menjadi anggota sebuah tim
h) Anggota tim tidak boleh diganti.
i) Setiap Perguruan Tinggi berhak mengirimkan maksimal 3 (tiga) tim.
j) Peserta (LO) Wajib mengikuti Technical Meeting.
k) Tim boleh dibentuk dari mahasiswa beda fakultas selama masih dari
Universitas yang sama.
l) Panitia berhak mendiskualifikasi peserta apabila persyaratan di
atas tidak dipenuhi.
NO
|
NAMA
|
TELP/HP
|
E-mail
|
1.
2.
|
Zharfan Rzqullah
|
081385873020
|
|
Demikian Buku Panduan Debate Competition -2017 ini disusun untuk menjadi pedoman
bagi panitia, adjudicators, tim debaters dan LO.
Lampiran 1 : Daftar Istilah
REAMIGAS :
Rangkaian Event Akamigas
APS :
Asia Parliamentary System
Motion :
Materi yang diperdebatkan
Government Team : Tim
pemerintah yang setuju dengan motion
Opposition Team : Tim oposisi yang menentang motion
Affirmative Team : Government Team
Negative :
Opposition Team
Case Building : Waktu yang diberikan kepada tim
untuk menyusun
materi debat termasuk komposisi pembicara
Debater :
Mahasiswa yang bertindak sebagai anggota tim debat
Adjudicator : Jury
Lampiran 2 : Jadwal dan Kegiatan
DAY
|
TIME
|
ACTIVITY
|
Saturday, Oktober 28 2017
|
07.00
– 08.15
08.15
– 08.25
08.25
– 08.35
08.35
– 08.45
08.45
– 09.00
09.00
– 09.20
09.20
– 11.20
11.20
– 12.00
12.00
– 12.15
12.15
– 12.35
12.35
– 14.15
14.15
– 14.30
14.30
– 14.50
14.50
– 15.40
15.40
– 16.00
16.00
– 17.00
|
Registrasi
Peserta
Sambutan
Ketua Pelaksana
Sambutan
Presiden BEM
Sambutan
Direktur Akamigas Balongan
Match
Up and Motion Launch
Case
Building
Debate
Quarter Final
ISHOMA
+ Tabulation and announcement
Match
Up and Motion Launch
Case
Building
Debate
Semi final
Match
Up and Motion Launched
Case
Building
Debate
Final
ISHOMA
+ Tabulation and announcement
Penutupan
|
Lampiran
3: Tugas masing-masing debater
ROLE OF SPEAKERS
Government team terdiri dari 3 speaker:
1.
First
speaker
·
Mendefinisikan
motion, agar debate bisa dibawa ke arah definisi yang dinyatakan oleh first
speaker dari positive team. (Memberikan batasan batasan Debat)
·
Menyatakan
setuju akan motion.
·
Menyampaikan
team line (apa-apa yang akan disampaikan oleh masing-masing speakernya) dan
team split (seputar pembagian tugas apa yang akan disampaikan guna
meyakinkan juri).
·
Menyampaikan
argumennya sendiri yang mendukung motion
2.
Second
speaker
·
Me-rebut
(Menyanggah) apa yang disampaikan speaker sebelumnya dari tim lawan
(yaitu first speaker dari Negative team).
·
Menyampaikan
argumennya sendiri (Harus punya argument yang beda dengan first speakernya, argument
baru).
·
Mendukung
first speaker.
3.
Third
speaker
·
Me-rebut
apa yang disampaikan oleh pembicara sebelum dia (yaitu second speaker
negative).
·
Menyampaikan
argumen-argumen sebelumnya (tidak boleh ada argumen baru)
dengan menyertakan contoh-contoh yang mendukung posisi team.
4.
Reply
speaker
·
Menyampaikan
kesimpulan
·
Menyampaikan
kembali seluruh resume alasan, pernyataan kesetujuan team, kelebihan posisi
mereka.
·
Tidak
memberi rebuttal lagi.
Opposition Team (Negative )
Negative
team adalah lawan dari government team. Tugasnya adalah “tidak menyetujui”
motion. Negative team terdiri dari 3 speaker, tugas-tugasnya sebenarnya
mirip-mirip dengan government team, tapi ada sedikit perbedaan.
1. First speaker
·
Memberi
timbal balik atas definisi motion yang telah diberikan first speaker dari
positive team. (Jika Definisi dan Parameter Affirmative team diangggap terlalu
ketat/ tidak dapat diperdebatkan)
·
Menyatakan
ketidaksetujuan timnya akan motion yang diberikan.
·
Menyampaikan
team line dan team split.
·
Menyampaikan
argumennya.
2. Second speaker
·
Me-rebut
apa yang disampaikan oleh pembicara sebelum dia (yaitu second speaker dari
positive team).
·
Menyampaikan
argumennya.
·
Mendukung
first speakernya (negative).
3. Third speaker
·
Me-rebut
apa yang disampaikan oleh pembicara sebelum dia (yaitu third speaker dari
positive team).
·
Menyampaikan
argumen-argumen sebelumnya (tidak boleh ada argumen baru)
dengan menyertakan contoh-contoh yang mendukung posisi team.
4. Reply speaker
·
Memberikan
kesimpulan
·
Menyampaikan
kembali seluruh resume alasan, pernyataan kesetujuan team, kelebihan posisi
mereka.
·
Tidak
memberi rebuttal lagi.